Kamis, 25 Mei 2017

Makalah Perubahan Suhu Tubuh


MAKALAH

ILMU  DASAR  KEPERAWATAN  I
SUHU TUBUH











DOSEN  PEMBIMBING     : ANISA  AGATA, S.SI, M, SI
KETUA  KELOMPOK       : NOVI KHOIRUL GHUFRON
ANGGOTA  KELOMPOK : VICO PRIMA YUDA
YUNITA TALIA
OKTAVIA KISSANTI
YUNITA SARI
RETNO WULANDARI
NATASYA RAHMADAYANTI
NISCAYA FANA ASMARA
NOURMA RAHISTA SARI
YOLANDA FEBRIYANI NAROTAMA
RISKA MEIKE DWI PUTRI


                                                                                                           
PERGURUAN TINGGI MITRA LAMPUNG
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
TAHUN AKADEMIK 2016/2017
KATA  PENGANTAR






KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

            Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji bagi Allah SWT atas rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Perubahan Suhu Tubuh.
Kami menyadari bahwa makalah ini belum maksimal dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharap masukan, kritikan dan saran para pembaca untuk kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya, semoga amal baik semua pihak diterima oleh Allah dan mendapatkan balasan darinya dengan pahala yang setimpal dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kami dan juga bagi pembaca sekalian.Amin.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.



Bandar Lampung, 16 Maret 2017




Penyusun











DAFTAR ISI



COVER.......................................................................................................................... .... i
KATA PENGANTAR................................................................................................... .... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................. .... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang.................................................................................................... .... 1
1.2  Rumusan Masalah............................................................................................... .... 1
1.3  Tujuan................................................................................................................. .... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Suhu Tubuh ...................................................................................... .... 2
2.2  Pengertian Hipoltalamus..................................................................................... .... 2
2.3  Sistem Pengaturan Suhu Tubuh............................................................................... 3
2.4  Macam – macam Suhu Tubuh................................................................................. 5
2.5  Alat – alat Pengukur Suhu....................................................................................... 6
2.6  Tempat Pengukuran Suhu................................................................................... .... 7
2.7  Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Suhu Tubuh.................................................... 10
2.8  Tabel Suhu Tubuh Normal Menurut Usia................................................................ 12
BAB III PENUTUP
3.1  Kesimpulan......................................................................................................... .... 17
3.2  Saran................................................................................................................... .... 17
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................... .... 18











BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Suhu tubuh adalah suatu keadaan kulit dimana dapat diukur dengan menggunakan thermometer yang dapat di bagi beberapa standar penilaian suhu, antara lain : normal, hipertermi, hipotermi, dan febris. Suhu tubuh kita sering kali berubah-ubah tanpa kita tau sebab-sebabnya dan mekanismenya. Suhu tubuh manusia cenderung berfluktuasi setiap saat. Banyak factor yang dapat menyebabkan fluktuasi suhu tubuh. Untuk mempertahankan suhu tubuh manusia dalam keadaan konstan, diperlukan regulasi suhu tubuh.
Suhu tubuh manusia diatur dengan mekanisme umpan balik (feed back) yang diperankan oleh pusat pengaturan suhu di hipotalamus. Apabila pusat temperature hipotalamus mendeteksi suhu tubuh yang terlalu panas, tubuh akan melakukan mekanisme umpan balik. Mekanisme umpan balik ini terjadi bila suhu inti tubuh telah melewati batas toleransi tubuh untuk mempertahankan suhu, yang disebut titik tetap (set point). Titik tetap tubuh dipertahankan agar suhu tubuh inti konstan pada 37°C.

1.2    Rumusan Masalah
1.2.1.    Apa itu suhu tubuh ?
1.2.2.    Apa itu hipotalamus ?
1.2.3.    Bagaimana sistem pengaturan suhu tubuh ?
1.2.4.    Apa saja macam-macam dari suhu tubuh ?
1.2.5.    Apa factor yang mempengaruhi suhu tubuh ?     
1.2.6.    Apa saja yang mengganggu pengaturan suhu tubuh ?                                                       

1.3    Tujuan
1.3.1.    Untuk mengetahui tentang suhu tubuh
1.3.2.    Untuk mengetahui tentang hipotalamus
1.3.3.    Untuk mengetahui sistem pengaturan suhu tubuh
1.3.4.    Untuk mengetahui macam-macam suhu tubuh
1.3.5.    Untuk mengetahui factor yang mempengaruhi suhu tubuh
1.3.6.    Untuk mengetahui hal-hal yang mengganggu suhu tubuh


BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Suhu Tubuh
Suhu tubuh merupakan keseimbangan antara panas yang diproduksi oleh tubuh dengan panas yang dikeluarkan. Suhu tubuh manusia secara kasar dibagi menjadi 2 yaitu : suhu inti (core temperature) dan suhu perifer/suhu kulit.
Suhu inti adalah suhu pada jaringan / organ vital yang baik perfusinya. Suhu ini relatif sama. Dengan kata lain, distribusi panas pada bagian-bagian tubuh ini cepat, sehingga suhu pada beberapa tempat yang berbeda hampir sama. Bagian tersebut secara fisik terletak di kepala dan dada.
Bagian tubuh dimana suhunya tidak homogen dan bervariasi sepanjang waktu merupakan bagian dari suhu perifer. Suhu kulit/ perifer berbeda dengan suhu inti, naik dan turun sesuai dengan suhu lingkungan. Bagian tubuh ini terdiri dari kaki dan tangan. Suhu perifer ini biasanya 2-4ºC di bawah suhu inti.
Suhu tubuh diatur dengan mengimbangi produksi panas terhadap kehilangan panas yang terjadi. Bila laju pembentukan panas dalam tubuh lebih besar daripada laju hilangnya panas, timbul panas dalam tubuh dan suhu tubuh meningkat. Sebaliknya, bila kehilangan panas lebih besar, panas tubuh dan suhu tubuh menurun.


2.2    Pengertian Hipotalamus
Hipotalamus adalah bagian yang sangat peka, yang merupakan pusat integrasi utama  untuk memelihara keseimbangan energy dan suhu tubuh. Hipotalamus berfungsi sebagai thermostat tubuh, dengan menerima informasi dari berbagai bagian tubuh dikulit. Penyesuaian dikoordinasi dengan sangat rumit dalam mekanisme penambahan dan pengurangan suhu sesuai dengan keperluan untuk mengoreksi setiap penyimpangan suhu inti dari nilai patokan normal. Hipotalamus mampu berespon terhadap perubahan suhu darah sekecil 0.01°C.
Hipotalamus terus menerus mendapat informasi mengenai suhu kulit dan suhu inti mengelalui reseptor khusus yang peka terhadap suhu yang disebut termoreseptor (reseptor hangat, dingin dan nyeri diperifer). Reseptor suhu sangat aktif selama perubahan temperature. Sensasi suhu primer diadaptasi dengan sangat cepat. Suhu ini dipantau oleh termoreseptor sentral yang terletak di hipotalamus serta disusunan syaraf pusat dan organ abdomen.
Di hipotalamus diketahui terdapat 2 ousat pengaturan suhu, yaitu diregio posterior diaktifkan oleh suhu dingin, dan kemudian memicu reflek yang memperantarai produksi panas dan konservasi panas. Sedang regio anterior yang diaktifkan oleh rasa hangat, memicu reflex yang memperentarai pengurangan panas.  

2.3    Sistem Pengaturan Suhu Tubuh
Pusat pengataruran suhu terdapat di hipotalamus otak. Ketika suhu tubuh meningkat dia atas normal, hipotalamus akan mengerimkan pesan ke kelenjar keringat untuk meningkatkan sekresi keringat.
Di saat yang sama, hipotalamus mengirimkan pesan ke otot dinding pembuluh darah di kulit, yang menyebabkan pembuluh darah melebar, akibatnya semakin banyak darah yang beredar di kulit membawa panas ke permukaan tubuh. Kulit bertindak sebagai radiator panas, yang memungkinkan panas beradiasi dari permukaan tubuh ke lingkungan.
Ketika suhu tubuh menurun di bawah normal pembuluh darah di kulit menyempit sehingga lebih sedikit panas yang dibawa ke permukaan tubuh. Saraf memerintahkan otot bergerak dengan kata lain menggigil untuk meningkatkan suhu tubuh

Proses mekanisme suhu tubuh ketika kondisi panas
Pada saat kondisi panas, tubuh akan membuang panas ke lingkungan. Ada empat cara membuang panas tubuh, yaitu konveksi, konduksi, radiasi dan evaporasi.
Proses mekanismenya adalah sebagai berikut:
a.   Kelenjar keringat mensekresikan keringat. Di tubuh mnusia, terdapat sekitar 2,5 juta kelenjar keringat. Keringat mengalir di saluran keringat, melalui pori-pori keringat menuju permukaan kulit. Keringat yang membawa panas akan menguap ke lingkungan. Ini merupakan proses membuang panas melalui proses evaporasi. Evaporasi dari permukaan kulit menurunkan suhu tubuh.
b.   Rambut di kulit rebah untuk mencegah rambut memerangkap panas. Rambut yang rebah ini meniingkatkan aliran udara sehingga meningkatkan pembuangan panas, melalui konveksi.
c.   Dinding pembuluh darah arteri relaksasi sehingga arteri melebar. Dengan demikian, aliran darah melalui arteri meningkat. Aliran darah arteri ke permukaan kulit akan meningkatkan pembuangan panas tubuh melalui konveksi dan konduksi.



Usaha untuk menurunkan suhu tubuh saat kondis panas dengan mengipas tubuh menggunakan kipas tangan atau kipas angin. Angin akan mempercepat proses evaporasi dan membuang panas lingkungan sehingga suhu tubuh menjadi cepat dingin.

Proses mekaanisme pengaturan suhu tubuh Pada kondisi dingin
Pada kondisi dingin tubuh akan mengalami hal-hal berikut.
a.    Keringat tidak dihasilkan.
b.    Otot di bawah kulit berkontraksi sehingga kantong rambut tegak. Ini menyebabkan rambut berdiri untuk menangkap panas. Kontraksi otot menimbulkan bintil-bintil kecil di tubuh, kondisi ini biasa kita sebut dengan istilah merinding.
c.    Arteri yang membawa darah ke bawah permukaan kulit berkontraksi. Dengan demikian darah tidak menuju ke dekat permukaan kulit. Ini mencegah darah membuang panas ke lingkungan sehingga suhu tubuh tidak turun.
d.    Otot menerima pesan dari hipotalamus untuk emngigil. Menggigil akan meningkatkan produksi panas karena merupakan reakasi eksotermik di sel otot. Mengigil lebih efektif daripada berolahraga untuk menghasilkan panas karena organisme tetap diam. Dengan demikian, lebih sedikit panas yang hilang ke lingkungan melalui konveksi.

Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan suhu tubuh saat kondisi dingin
Kita juga bisa melakukan usah untuk meningkatkan suhu tubuh. Hal-hal berikut ini merupkan hal yang umum kita lakukan saat tubuh merasa dingin.
1.        Menggunakan selimut atau pakaian tebal. Selimut atau akaian tebal akan menghalangi udara udara lingkungan yang dingin masuk, dan sebaliknya juga mencegah radiasi panas dari tubuh keluar. Jadi radiasi panas dari tubuh terperangkap di bawah selimut atau pakaian tebal sehingga kita merasa hangat.
2.        Memegang benda hangat juga bisa meningkatkan pansa tubuh misalnya minuman hangat seperti teh, kopi atau susu. Ini adalah cara kita mendapatkan panas secara konduksi dari gelas hangat tersebut.
3.        perapian atau api unggun juga biasa digunakan untuk menghangatkan diri





2.4    Macam – Macam Suhu Tubuh
Macam-macam suhu tubuh menurut (Tamsuri Anas 2007) :
1.        Hipotermi, bila suhu tubuh kurang dari 36°C
2.        Normal, bila suhu tubuh berkisar antara 36-37.5°C
3.        Febris / pireksia, bila suhu tubuh antara 37.5-40°C
4.        Hipertermi, bila suhu tubuh lebih dari 40°C
Berdasarkan distribusi suhu didalam tubuh, dikenal suhu inti (core temperature), yaitu suhu yang terdapat pada jaringan dala, seperti kranial, toraks, rongga abdomen, dan rongga pelvis. Suhu ini biasanya dipertahankan relative konstan (sekitar 37°C). selain itu, ada suhu permukaan (surface temperature), yaitu suhu yang tedapat pada kulit, jaringan sub kutan, dan lemak. Suhu ini biasanya dapat berfluktuasi sebesar 20°C sampai 40°C.

2.5    Alat – Alat Pengukur Suhu
Alat - alat pengukur suhu antara lain :
1.        termometer air raksa
2.        termometer digital
3.        termometer telinga digital
4.        termometer pengukur suhu di kening

2.6    Tempat Pengukuran Suhu
Kita dapat mengukur suhu tubuh pada tempat-tempat berikut.
1.        Ketiak/ axilae: termometer didiamkan selama 10-15 menit
2.        Anus/ dubur/ rektal; termometer didiamkan selama 3-5 menit
3.        Mulut/ oral: termometer didiamkan selama 2-3 menit
4.        Telinga
5.        kening


2.7    Faktor Yang Mempengaruhi Suhu Tubuh
Setiap saat suhu tubuh manusia berubah secara fluktuatif, Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai factor yaitu :
1.      Kecepatan metabolisme basal.
Kecepatan metabolisme basal tiap individu berbeda-beda. Hal ini memberi dampak jumlah panas yang diproduksi tubuh menjadi berbeda pula. Sebagaimana disebutkan pada uraian sebelumnya, sangat terkait dengan laju metabolisme.
2.      Rangsangan saraf simpatis.
Rangsangan saraf simpatis dapat menyebabkan kecepatan metabolisme menjadi 100% lebih cepat. Disamping itu, rangsangan saraf simpatis dapat mencegah lemak coklat yang tertimbun dalam jaringan untuk dimetabolisme. Hamper seluruh metabolisme lemak coklat adalah produksi panas. Umumnya, rangsangan saraf simpatis ini dipengaruhi stress individu yang menyebabkan peningkatan produksi epineprin dan norepineprin yang meningkatkan metabolisme.
3.      Hormone pertumbuhan.
Hormone pertumbuhan ( growth hormone ) dapat menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme sebesar 15-20%. Akibatnya, produksi panas tubuh juga meningkat.
4.      Hormone tiroid.
Fungsi tiroksin adalah meningkatkan aktivitas hamper semua reaksi kimia dalam tubuh sehingga peningkatan kadar tiroksin dapat mempengaruhi laju metabolisme menjadi 50-100% diatas normal
5.      Hormone kelamin.
Hormone kelamin pria dapat meningkatkan kecepatan metabolisme basal kira-kira 10-15% kecepatan normal, menyebabkan peningkatan produksi panas. Pada perempuan, fluktuasi suhu lebih bervariasi dari pada laki-laki karena pengeluaran hormone progesterone pada masa ovulasi meningkatkan suhu tubuh sekitar 0,3 – 0,6°C di atas suhu basal.
6.      Demam ( peradangan ).
Proses peradangan dan demam dapat menyebabkan peningkatan metabolisme sebesar 120% untuk tiap peningkatan suhu 10°C.
7.      Status gizi.
Malnutrisi yang cukup lama dapat menurunkan kecepatan metabolisme 20 – 30%. Hal ini terjadi karena di dalam sel tidak ada zat makanan yang dibutuhkan untuk mengadakan metabolisme. Dengan demikian, orang yang mengalami mal nutrisi mudah mengalami penurunan suhu tubuh (hipotermia). Selain itu, individu dengan lapisan lemak tebal cenderung tidak mudah mengalami hipotermia karena lemak merupakan isolator yang cukup baik, dalam arti lemak menyalurkan panas dengan kecepatan sepertiga kecepatan jaringan yang lain.



8.      Aktivitas.
Aktivitas selain merangsang peningkatan laju metabolisme, mengakibatkan gesekan antar komponen otot / organ yang menghasilkan energi termal. Latihan (aktivitas) dapat meningkatkan suhu tubuh hingga 38,3 – 40,0 °C.
9.      Gangguan organ.
Kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada hipotalamus, dapat menyebabkan mekanisme regulasi suhu tubuh mengalami gangguan. Berbagai zat pirogen yang dikeluarkan pada saai terjadi infeksi dapat merangsang peningkatan suhu tubuh. Kelainan kulit berupa jumlah kelenjar keringat yang sedikit juga dapat menyebabkan mekanisme pengaturan suhu tubuh terganggu.
10.  Lingkungan
Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan, artinya panas tubuh dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin. Begitu juga sebaliknya, lingkungan dapat mempengaruhi suhu tubuh manusia. Perpindahan suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui kulit.
Proses kehilangan panas melalui kulit dimungkinkan karena panas diedarkan melalui pembuluh darah dan juga disuplai langsung ke fleksus arteri kecil melalui anastomosis arteriovenosa yang mengandung banyak otot. Kecepatan aliran dalam fleksus arteriovenosa yang cukup tinggi (kadang mencapai 30% total curah jantung) akan menyebabkan konduksi panas dari inti tubuh ke kulit menjadi sangat efisien. Dengan demikian, kulit merupakan radiator panas yang efektif untuk keseimbangan suhu tubuh.













2.8    Tabel Suhu Tubuh Normal Menurut Usia

USIA
SUHU (DERAJAT CELCIUS)
3 BULAN
37,5
6 BULAN
37,5
1 TAHUN
37,7
3 TAHUN
37,2
5 TAHUN
37,0
7 TAHUN
36,8
9 TAHUN
36,7
11 TAHUN
36,7
13 TAHUN
36,6
DEWASA
36,4
>70 TAHUN
36,0















BAB III
PENUTUP


3.1         Kesimpulan
Suhu tubuh adalah suatu keadaan kulit dimana dapat diukur dengan menggunakan thermometer yang dapat di bagi beberapa standar penilaian suhu, antara lain : normal, hipertermi, hipotermi, dan febris. Pengeluaran panas (heat loss) dari tubuh ke lingkungan atau sebaliknya berlangsung secara fisika. Permukaan tubuh dapat Kehilangan panas melalui pertukaran panas secara radiasi, konduksi, konveksi, dan evaporasi air. Alat penerima rangsang disebut reseptor,sedangkan alat penghasil tanggapan disebut efektor. Suhu tubuh dipengaruhi oleh exercize, hormone, system saraf, asupan makanan, gender iklim (lingkungan), usia, aktivitas otot, stress. 

3.2         Saran
Sebaiknya kita selalu menerapkan cara hidup sehat,agar tubuh kita selalu sehat dan tidak mengganggu aktivitas kita sehari-hari,agar suhu tubuh selalu dalam keadaan normal dan dapat menyesuaikan dengn kondisi lingkungan sekitar kita
















DAFTAR PUSTAKA


Journal of Endocrinology. (2005). Hypothalamic hormon a.k.a. hypothalamic releasing factors.
Journal of Endocrinology. (2005). Functional anatomy of hypothalamic homeostatic systems
Syaifuddin. 2006. Anatomi Fisiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan Edisi. Jakarta: EGC
Pearce, C Evelyn. 2009. Anatomi Untuk Paramedis. Jakarta: Gramedia
http://www.science.uwc.ac.za/physiology/temperatur/temperature.html
http://joe.endocrinologyjournals.org/cgi/content/full



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

makalah faktor-faktor yang mempengaruhi napsu makan dan cara pengaturan nafsu makan

MAKALAH ILMU   DASAR   KEPERAWATAN   I FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NAPSU MAKAN DAN CARA PENGATURAN NAPSU MAKAN ...