MAKALAH
ILMU DASAR
KEPERAWATAN I
SUHU TUBUH
DOSEN
PEMBIMBING : ANISA AGATA, S.SI, M, SI
KETUA
KELOMPOK : NOVI KHOIRUL GHUFRON
ANGGOTA
KELOMPOK : VICO PRIMA YUDA
YUNITA TALIA
OKTAVIA KISSANTI
YUNITA SARI
RETNO WULANDARI
NATASYA RAHMADAYANTI
NISCAYA FANA
ASMARA
NOURMA RAHISTA
SARI
YOLANDA FEBRIYANI
NAROTAMA
RISKA MEIKE DWI
PUTRI
PERGURUAN TINGGI MITRA
LAMPUNG
SEKOLAH TINGGI ILMU
KESEHATAN
TAHUN AKADEMIK 2016/2017
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Alhamdulillahirobbil’alamin, segala
puji bagi Allah SWT atas rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan tugas
makalah yang berjudul Perubahan Suhu Tubuh.
Kami
menyadari bahwa makalah ini belum maksimal dan masih jauh
dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharap masukan, kritikan dan saran
para pembaca untuk kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya,
semoga amal baik semua pihak diterima oleh Allah dan mendapatkan balasan darinya
dengan pahala yang setimpal dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kami dan
juga bagi pembaca sekalian.Amin.
Wassalamu’alaikum
Wr.Wb.
Bandar Lampung, 16 Maret 2017
Penyusun
DAFTAR
ISI
COVER.......................................................................................................................... .... i
KATA PENGANTAR................................................................................................... .... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................. .... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang.................................................................................................... .... 1
1.2
Rumusan
Masalah............................................................................................... .... 1
1.3
Tujuan................................................................................................................. .... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Suhu Tubuh ...................................................................................... .... 2
2.2
Pengertian Hipoltalamus..................................................................................... .... 2
2.3
Sistem Pengaturan Suhu Tubuh............................................................................... 3
2.4
Macam – macam Suhu Tubuh................................................................................. 5
2.5
Alat – alat Pengukur Suhu....................................................................................... 6
2.6
Tempat Pengukuran Suhu................................................................................... .... 7
2.7
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Suhu Tubuh.................................................... 10
2.8
Tabel Suhu Tubuh Normal Menurut Usia................................................................ 12
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan......................................................................................................... .... 17
3.2
Saran................................................................................................................... .... 17
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................... .... 18
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Suhu tubuh adalah suatu keadaan kulit dimana dapat
diukur dengan menggunakan thermometer yang dapat di bagi beberapa standar
penilaian suhu, antara lain : normal, hipertermi, hipotermi, dan febris. Suhu
tubuh kita sering kali berubah-ubah tanpa kita tau sebab-sebabnya dan
mekanismenya. Suhu tubuh manusia cenderung berfluktuasi setiap saat. Banyak
factor yang dapat menyebabkan fluktuasi suhu tubuh. Untuk mempertahankan suhu
tubuh manusia dalam keadaan konstan, diperlukan regulasi suhu tubuh.
Suhu tubuh manusia diatur dengan mekanisme umpan balik
(feed back) yang diperankan oleh pusat pengaturan suhu di hipotalamus. Apabila
pusat temperature hipotalamus mendeteksi suhu tubuh yang terlalu panas, tubuh
akan melakukan mekanisme umpan balik. Mekanisme umpan balik ini terjadi bila
suhu inti tubuh telah melewati batas toleransi tubuh untuk mempertahankan suhu,
yang disebut titik tetap (set point). Titik tetap tubuh dipertahankan agar suhu
tubuh inti konstan pada 37°C.
1.2 Rumusan
Masalah
1.2.1. Apa itu suhu tubuh ?
1.2.2. Apa itu hipotalamus ?
1.2.3. Bagaimana sistem pengaturan suhu tubuh ?
1.2.4. Apa saja macam-macam dari suhu tubuh ?
1.2.5. Apa factor yang mempengaruhi suhu tubuh ?
1.2.6. Apa saja yang mengganggu pengaturan suhu tubuh ?
1.3 Tujuan
1.3.1.
Untuk mengetahui tentang suhu tubuh
1.3.2.
Untuk
mengetahui tentang hipotalamus
1.3.3.
Untuk
mengetahui sistem pengaturan suhu tubuh
1.3.4.
Untuk
mengetahui macam-macam suhu tubuh
1.3.5.
Untuk
mengetahui factor yang
mempengaruhi suhu tubuh
1.3.6.
Untuk
mengetahui hal-hal yang mengganggu suhu tubuh
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Suhu Tubuh
Suhu tubuh
merupakan keseimbangan antara panas yang diproduksi oleh tubuh dengan panas
yang dikeluarkan. Suhu tubuh manusia secara kasar dibagi menjadi 2 yaitu : suhu
inti (core temperature) dan suhu perifer/suhu kulit.
Suhu inti
adalah suhu pada jaringan / organ vital yang baik perfusinya. Suhu ini relatif
sama. Dengan kata lain, distribusi panas pada bagian-bagian tubuh ini cepat,
sehingga suhu pada beberapa tempat yang berbeda hampir sama. Bagian tersebut
secara fisik terletak di kepala dan dada.
Bagian tubuh
dimana suhunya tidak homogen dan bervariasi sepanjang waktu merupakan bagian
dari suhu perifer. Suhu kulit/ perifer berbeda dengan suhu inti, naik dan turun
sesuai dengan suhu lingkungan. Bagian tubuh ini terdiri dari kaki dan tangan.
Suhu perifer ini biasanya 2-4ºC di bawah suhu inti.
Suhu tubuh
diatur dengan mengimbangi produksi panas terhadap kehilangan panas yang
terjadi. Bila laju pembentukan panas dalam tubuh lebih besar daripada laju
hilangnya panas, timbul panas dalam tubuh dan suhu tubuh meningkat. Sebaliknya,
bila kehilangan panas lebih besar, panas tubuh dan suhu tubuh menurun.
2.2 Pengertian Hipotalamus
Hipotalamus adalah bagian yang sangat peka, yang
merupakan pusat integrasi utama untuk
memelihara keseimbangan energy dan suhu tubuh. Hipotalamus berfungsi sebagai
thermostat tubuh, dengan menerima informasi dari berbagai bagian tubuh dikulit.
Penyesuaian dikoordinasi dengan sangat rumit dalam mekanisme penambahan dan
pengurangan suhu sesuai dengan keperluan untuk mengoreksi setiap penyimpangan
suhu inti dari nilai patokan normal. Hipotalamus mampu berespon terhadap
perubahan suhu darah sekecil 0.01°C.
Hipotalamus terus menerus mendapat informasi mengenai
suhu kulit dan suhu inti mengelalui reseptor khusus yang peka terhadap suhu
yang disebut termoreseptor (reseptor hangat, dingin dan nyeri diperifer).
Reseptor suhu sangat aktif selama perubahan temperature. Sensasi suhu primer
diadaptasi dengan sangat cepat. Suhu ini dipantau oleh termoreseptor sentral yang
terletak di hipotalamus serta disusunan syaraf pusat dan organ abdomen.
Di
hipotalamus diketahui terdapat 2 ousat pengaturan suhu, yaitu diregio posterior
diaktifkan oleh suhu dingin, dan kemudian memicu reflek yang memperantarai
produksi panas dan konservasi panas. Sedang regio anterior yang diaktifkan oleh
rasa hangat, memicu reflex yang memperentarai pengurangan panas.
2.3
Sistem
Pengaturan Suhu Tubuh
Pusat
pengataruran suhu terdapat di hipotalamus otak. Ketika suhu tubuh meningkat dia
atas normal, hipotalamus akan mengerimkan pesan ke kelenjar keringat untuk
meningkatkan sekresi keringat.
Di saat yang
sama, hipotalamus mengirimkan pesan ke otot dinding pembuluh darah di kulit,
yang menyebabkan pembuluh darah melebar, akibatnya semakin banyak darah yang
beredar di kulit membawa panas ke permukaan tubuh. Kulit bertindak sebagai
radiator panas, yang memungkinkan panas beradiasi dari permukaan tubuh ke
lingkungan.
Ketika suhu
tubuh menurun di bawah normal pembuluh darah di kulit menyempit sehingga lebih
sedikit panas yang dibawa ke permukaan tubuh. Saraf memerintahkan otot bergerak
dengan kata lain menggigil untuk meningkatkan suhu tubuh
Proses
mekanisme suhu tubuh ketika kondisi panas
Pada saat kondisi panas, tubuh akan
membuang panas ke lingkungan. Ada empat cara membuang panas tubuh, yaitu
konveksi, konduksi, radiasi dan evaporasi.
Proses mekanismenya adalah sebagai
berikut:
a. Kelenjar
keringat mensekresikan keringat. Di tubuh mnusia, terdapat sekitar 2,5 juta
kelenjar keringat. Keringat mengalir di saluran keringat, melalui pori-pori
keringat menuju permukaan kulit. Keringat yang membawa panas akan menguap ke
lingkungan. Ini merupakan proses membuang panas melalui proses evaporasi.
Evaporasi dari permukaan kulit menurunkan suhu tubuh.
b. Rambut di
kulit rebah untuk mencegah rambut memerangkap panas. Rambut yang rebah ini
meniingkatkan aliran udara sehingga meningkatkan pembuangan panas, melalui
konveksi.
c. Dinding
pembuluh darah arteri relaksasi sehingga arteri melebar. Dengan demikian,
aliran darah melalui arteri meningkat. Aliran darah arteri ke permukaan kulit
akan meningkatkan pembuangan panas tubuh melalui konveksi dan konduksi.
Usaha
untuk menurunkan suhu tubuh saat kondis panas dengan
mengipas tubuh menggunakan kipas tangan atau kipas angin. Angin akan
mempercepat proses evaporasi dan membuang panas lingkungan sehingga suhu tubuh
menjadi cepat dingin.
Proses mekaanisme pengaturan
suhu tubuh Pada kondisi dingin
Pada kondisi dingin tubuh akan
mengalami hal-hal berikut.
a. Keringat
tidak dihasilkan.
b. Otot di
bawah kulit berkontraksi sehingga kantong rambut tegak. Ini menyebabkan rambut
berdiri untuk menangkap panas. Kontraksi otot menimbulkan bintil-bintil kecil
di tubuh, kondisi ini biasa kita sebut dengan istilah merinding.
c. Arteri yang
membawa darah ke bawah permukaan kulit berkontraksi. Dengan demikian darah
tidak menuju ke dekat permukaan kulit. Ini mencegah darah membuang panas ke
lingkungan sehingga suhu tubuh tidak turun.
d. Otot
menerima pesan dari hipotalamus untuk emngigil. Menggigil akan meningkatkan
produksi panas karena merupakan reakasi eksotermik di sel otot. Mengigil lebih
efektif daripada berolahraga untuk menghasilkan panas karena organisme tetap
diam. Dengan demikian, lebih sedikit panas yang hilang ke lingkungan melalui
konveksi.
Usaha yang dilakukan untuk
meningkatkan suhu tubuh saat kondisi dingin
Kita juga bisa melakukan usah untuk
meningkatkan suhu tubuh. Hal-hal berikut ini merupkan hal yang umum kita
lakukan saat tubuh merasa dingin.
1.
Menggunakan selimut atau pakaian
tebal. Selimut atau akaian tebal akan menghalangi udara udara lingkungan yang
dingin masuk, dan sebaliknya juga mencegah radiasi panas dari tubuh keluar.
Jadi radiasi panas dari tubuh terperangkap di bawah selimut atau pakaian tebal
sehingga kita merasa hangat.
2.
Memegang benda hangat juga bisa
meningkatkan pansa tubuh misalnya minuman hangat seperti teh, kopi atau susu.
Ini adalah cara kita mendapatkan panas secara konduksi dari gelas hangat
tersebut.
3.
perapian atau api unggun juga biasa
digunakan untuk menghangatkan diri
2.4
Macam – Macam Suhu Tubuh
Macam-macam suhu tubuh menurut (Tamsuri Anas 2007) :
1.
Hipotermi, bila suhu
tubuh kurang dari 36°C
2.
Normal, bila suhu
tubuh berkisar antara 36-37.5°C
3.
Febris / pireksia,
bila suhu tubuh antara 37.5-40°C
4.
Hipertermi, bila suhu
tubuh lebih dari 40°C
Berdasarkan distribusi
suhu didalam tubuh, dikenal suhu inti (core temperature), yaitu suhu yang
terdapat pada jaringan dala, seperti kranial, toraks, rongga abdomen, dan
rongga pelvis. Suhu ini biasanya dipertahankan relative konstan (sekitar 37°C).
selain itu, ada suhu permukaan (surface temperature), yaitu suhu yang tedapat
pada kulit, jaringan sub kutan, dan lemak. Suhu ini biasanya dapat berfluktuasi
sebesar 20°C sampai 40°C.
2.5
Alat – Alat
Pengukur Suhu
Alat - alat
pengukur suhu antara lain :
1.
termometer
air raksa
2.
termometer
digital
3.
termometer
telinga digital
4.
termometer
pengukur suhu di kening
2.6
Tempat Pengukuran Suhu
Kita dapat
mengukur suhu tubuh pada tempat-tempat berikut.
1.
Ketiak/ axilae: termometer didiamkan
selama 10-15 menit
2.
Anus/ dubur/ rektal; termometer
didiamkan selama 3-5 menit
3.
Mulut/ oral: termometer didiamkan
selama 2-3 menit
4.
Telinga
5.
kening
2.7
Faktor Yang
Mempengaruhi Suhu Tubuh
Setiap saat
suhu tubuh manusia berubah secara fluktuatif, Hal tersebut dapat dipengaruhi
oleh berbagai factor yaitu :
1.
Kecepatan metabolisme
basal.
Kecepatan metabolisme basal tiap individu berbeda-beda. Hal ini memberi
dampak jumlah panas yang diproduksi tubuh menjadi berbeda pula. Sebagaimana
disebutkan pada uraian sebelumnya, sangat terkait dengan laju metabolisme.
2.
Rangsangan saraf
simpatis.
Rangsangan saraf simpatis dapat menyebabkan kecepatan metabolisme menjadi
100% lebih cepat. Disamping itu, rangsangan saraf simpatis dapat mencegah lemak
coklat yang tertimbun dalam jaringan untuk dimetabolisme. Hamper seluruh
metabolisme lemak coklat adalah produksi panas. Umumnya, rangsangan saraf
simpatis ini dipengaruhi stress individu yang menyebabkan peningkatan produksi
epineprin dan norepineprin yang meningkatkan metabolisme.
3.
Hormone pertumbuhan.
Hormone pertumbuhan ( growth hormone ) dapat menyebabkan peningkatan
kecepatan metabolisme sebesar 15-20%. Akibatnya, produksi panas tubuh juga
meningkat.
4.
Hormone tiroid.
Fungsi tiroksin adalah meningkatkan aktivitas hamper semua reaksi kimia
dalam tubuh sehingga peningkatan kadar tiroksin dapat mempengaruhi laju metabolisme
menjadi 50-100% diatas normal
5.
Hormone kelamin.
Hormone kelamin pria dapat meningkatkan kecepatan metabolisme basal
kira-kira 10-15% kecepatan normal, menyebabkan peningkatan produksi panas. Pada
perempuan, fluktuasi suhu lebih bervariasi dari pada laki-laki karena
pengeluaran hormone progesterone pada masa ovulasi meningkatkan suhu tubuh
sekitar 0,3 – 0,6°C di atas suhu basal.
6.
Demam ( peradangan ).
Proses peradangan dan demam dapat menyebabkan peningkatan metabolisme
sebesar 120% untuk tiap peningkatan suhu 10°C.
7.
Status gizi.
Malnutrisi yang cukup lama dapat menurunkan kecepatan metabolisme 20 – 30%.
Hal ini terjadi karena di dalam sel tidak ada zat makanan yang dibutuhkan untuk
mengadakan metabolisme. Dengan demikian, orang yang mengalami mal nutrisi mudah
mengalami penurunan suhu tubuh (hipotermia). Selain itu, individu dengan
lapisan lemak tebal cenderung tidak mudah mengalami hipotermia karena lemak
merupakan isolator yang cukup baik, dalam arti lemak menyalurkan panas dengan
kecepatan sepertiga kecepatan jaringan yang lain.
8.
Aktivitas.
Aktivitas selain merangsang peningkatan laju metabolisme, mengakibatkan
gesekan antar komponen otot / organ yang menghasilkan energi termal. Latihan
(aktivitas) dapat meningkatkan suhu tubuh hingga 38,3 – 40,0 °C.
9.
Gangguan organ.
Kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada hipotalamus, dapat
menyebabkan mekanisme regulasi suhu tubuh mengalami gangguan. Berbagai zat
pirogen yang dikeluarkan pada saai terjadi infeksi dapat merangsang peningkatan
suhu tubuh. Kelainan kulit berupa jumlah kelenjar keringat yang sedikit juga
dapat menyebabkan mekanisme pengaturan suhu tubuh terganggu.
10.
Lingkungan
Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan, artinya panas
tubuh dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin. Begitu
juga sebaliknya, lingkungan dapat mempengaruhi suhu tubuh manusia. Perpindahan
suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui kulit.
Proses kehilangan panas
melalui kulit dimungkinkan karena panas diedarkan melalui pembuluh darah dan
juga disuplai langsung ke fleksus arteri kecil melalui anastomosis
arteriovenosa yang mengandung banyak otot. Kecepatan aliran dalam fleksus
arteriovenosa yang cukup tinggi (kadang mencapai 30% total curah jantung) akan
menyebabkan konduksi panas dari inti tubuh ke kulit menjadi sangat efisien.
Dengan demikian, kulit merupakan radiator panas yang efektif untuk keseimbangan
suhu tubuh.
2.8
Tabel Suhu Tubuh
Normal Menurut Usia
USIA
|
SUHU (DERAJAT CELCIUS)
|
3 BULAN
|
37,5
|
6 BULAN
|
37,5
|
1 TAHUN
|
37,7
|
3 TAHUN
|
37,2
|
5 TAHUN
|
37,0
|
7 TAHUN
|
36,8
|
9 TAHUN
|
36,7
|
11 TAHUN
|
36,7
|
13 TAHUN
|
36,6
|
DEWASA
|
36,4
|
>70 TAHUN
|
36,0
|
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Suhu tubuh adalah suatu keadaan
kulit dimana dapat diukur dengan menggunakan thermometer yang dapat di bagi
beberapa standar penilaian suhu, antara lain : normal, hipertermi, hipotermi,
dan febris. Pengeluaran panas (heat loss) dari tubuh ke lingkungan atau
sebaliknya berlangsung secara fisika. Permukaan tubuh dapat Kehilangan panas
melalui pertukaran panas secara radiasi, konduksi, konveksi, dan evaporasi air.
Alat penerima rangsang disebut reseptor,sedangkan alat penghasil tanggapan
disebut efektor. Suhu tubuh dipengaruhi oleh exercize, hormone, system saraf, asupan
makanan, gender iklim (lingkungan), usia, aktivitas otot, stress.
3.2
Saran
Sebaiknya kita selalu menerapkan cara hidup sehat,agar
tubuh kita selalu sehat dan tidak mengganggu aktivitas kita sehari-hari,agar
suhu tubuh selalu dalam keadaan normal dan dapat menyesuaikan dengn kondisi
lingkungan sekitar kita
DAFTAR
PUSTAKA
Journal
of Endocrinology. (2005). Hypothalamic hormon a.k.a. hypothalamic releasing
factors.
Journal
of Endocrinology. (2005). Functional anatomy of hypothalamic homeostatic
systems
Syaifuddin.
2006. Anatomi Fisiologi Untuk Mahasiswa
Keperawatan Edisi. Jakarta: EGC
Pearce,
C Evelyn. 2009. Anatomi Untuk Paramedis.
Jakarta: Gramedia
http://www.science.uwc.ac.za/physiology/temperatur/temperature.html
http://joe.endocrinologyjournals.org/cgi/content/full

Tidak ada komentar:
Posting Komentar