ILMU DASAR
KEPERAWATAN I
GENETIKA
DOSEN
PEMBIMBING : ANISA AGATA, S.SI, M, SI
KETUA
KELOMPOK : NOVI KHOIRUL GHUFRON
ANGGOTA
KELOMPOK : VICO PRIMA YUDA
YUNITA TALIA
OKTAVIA KISSANTI
YUNITA SARI
RETNO WULANDARI
NATASYA RAHMADAYANTI
NISCAYA FANA
ASMARA
NOURMA RAHISTA
SARI
YOLANDA FEBRIYANI
NAROTAMA
RISKA MEIKE DWI
PUTRI
PERGURUAN TINGGI MITRA
LAMPUNG
SEKOLAH TINGGI ILMU
KESEHATAN
TAHUN AKADEMIK 2016/2017
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr Wb
Puji syukur penulis haturkan ke
hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas segala nikmat yang telah dilimpahkan-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini sebagaimana mestinya.
Penyelesaian makalah ini menjadi
salah satu tugas dalam mata pelajaran Ilmu Dasar Keperawatan I. Oleh karena
itu, penyusunan makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan
tentang beberapa hal yang dibahas dalam makalah ini.
Ucapan
terima kasih diucapkan kepada dosen kami Ibu Anisa Agata, S.SI, M, SI yang selalu memberi banyak
masukan sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini belum terbilang dalam kata sempurna karena, keterbatasan
pengetahuan dan keampuan penulis. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan
kritik dan saran dari berbagai pihak untuk perbaikan pada pembuatan makalah
selanjutnya.
Akhirnya
penulis sangat berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca
terutama bagi penulis.
Wassalamu’alaikum
Wr Wb
DAFTAR ISI
COVER............................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................................. iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................................... 1
1.2 Tujuan.................................................................................................................. 1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Genetik............................................................................................. 2
2.2 Sejarah Perkembangan...................................................................................... 2
2.3 Penyebab Penyakit Genetik.............................................................................. 3
2.4 Masalah Kesehatan............................................................................................ 4
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan.......................................................................................................... 9
DAFTRA PUSTAKA.................................................................................................. 10
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Genetika adalah ilmu
pengetahuan dasar dalam usaha penyediaan bibit tanaman maupun ternak yang
unggul dalam bidang pertanian dan perternakan, dibidang kedokteran dalam hal
ini lingkup ilmu genetika sangat luas membahas masalah peranan kromosom,
pewarisan sifat genetik dan antropologik, terjadinya cacat mental dan fisik
yang disebabkan oleh kromosom. Timbulnya penyakit akibat kesalaha metaboisme
bawaan,respon tubuh terhadap obat, tranplantasi, penyakit autoimun dan golongan
darah, keturunan pada kanker,diagnisis kelainan genetik sebelum bayi lahir,
identifikasi bayi teryukar ataupun adopsi.
1.2
TUJUAN
Genitika perlu
dipelajari, agar kita dapat mengetahui sifat-sifat keturunan kita sendiri serta
setiap makhuk hidup yang berada dilingkungan kita.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN GENETIK
Genetik disebut juga
ilmu keturunan, berasal dari kata genos (bahasa latin), artinya suku
bangsa-bangsa atau asal-usul. Secara “Etimologi”kata genetik berasal dari kata
genos dalam bahasa latin, yang berarti asal mula kejadian. Namun, genetika
bukanlah ilmu tentang asal mula kejadian meskipun pada batas-batas tertentu
memang ada kaitannya dengan hal itu juga. Genetik adalah ilmu yang mempelajari
seluk beluk alih informasi hayati dari generasi kegenerasi. Oleh karena cara
berlangsungnya alih informasi hayati tersebut mendasari adanya perbedaan dan
persamaan sifat diantara individu organisme, maka dengan singkat dapat pula
dikatakan bahwa genetik adalah ilmu tentang pewarisan sifat .Dalam ilmu ini
dipelajari bagaimana sifat keturunan (hereditas) itu diwariskan kepada anak
cucu, serta variasi yang mungkin timbul didalamnya.
2.2
SEJARAH PERKEMBANGAN
Sejarah perkembangan
genetika sebagai ilmu pengetahuan dimulai menjelang akhir abad ke 19 ketika
seorang biarawan austria bernama Gregor Johann Mendel berhasil melakukan
analisis yang cermat dengan interpretasi yang tepat atas hasil-hasil percobaan
persilangannya pada tanaman kacang ercis (Pisum satifum). Sebenarnya,
Mendel bukanlah orang pertama yang melakukan percobaan- percobaan persilangan.
Akan tetapi, berbeda dengan para pendahulunya yang melihat setiap individu
dengan keseluruhan sifatnya yang kompleks, Mendel mengamati pola pewarisan
sifat demi sifat sehingga menjadi lebih mudah untuk diikuti. Deduksinya
mengenai pola pewarisan sifat ini kemudian menjadi landasan utama bagi
perkembangan genetika sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan, dan Mendelpun di
akui sebagai bapak genetika.
Karya Mendel tentang
pola pewarisan sifat tersebut dipublikasikan pada tahun 1866 diProceedings
of the Brunn Society for Natural History. Namun, selama lebih dari 30 tahun
tidak pernah ada peneliti lain yang memperhatikannya. Baru pada tahun 1900 tiga
orang ahli botani secara terpisah, yaitu Hugo de Vries di belanda, Carl Correns
di jerman dan Eric von Tschermak-Seysenegg di Austria, melihat bukti kebenaran
prinsip-prinsip Mendel pada penelitian mereka masing-masing. Semenjak saat itu
hingga lebih kurang pertengahan abad ke-20 berbagai percobaan persilangan atas
dasar prinsip-prinsip Mendel sangat mendominasi penelitian di bidang genetika.
Hal ini menandai berlangsungnya suatu era yang dinamakan genetika klasik.
Selanjutnya, pada awal
abad ke-20 ketika biokimia mulai berkembang sebagai cabang ilmu pengetahuan
baru, para ahli genetika tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang hakekat
materi genetik, khususnya mengenai sifat biokimianya. Pada tahun 1920-an, dan
kemudian tahun 1940-an, terungkap bahwa senyawa kimia materi genetika adalah
asam dioksiribonekleat (DNA). Dengan ditemukannya model struktur molekul DNA
pada tahun1953 oleh J.D.Watson dan F.H.C. Crick dimulailah era genetika yang
baru, yaitu genetika molekuler.
Perkembangan
penelitian genetika molekuler terjadi demikian pesatnya. Jika ilmu pengetahuan
pada umumnya mengalami perkembangan dua kali lipat (doubling time) dalam satu
dasa warsa, maka hal itu pada genetika molekuler hanyalah dua tahun. Bahkan,
perkembangan yang lebih revolusioner dapat disaksikan semenjak tahun 1970-an,
yaitu pada saat dikenalnya teknologi manipulasi molekul DNA atau teknologi DNA
rekombinan atau dengan istilah yang lebih populer disebut rekayasa genetika.
Saat ini sudah menjadi
berita biasa apabila organisme- organisme seperti domba, babi dan kera,
didapatkan melalui teknik rekayasa genetika yang disebut kloning . sementara
itu, pada manusia telah di lakukan pemetaan seluruh genom atau dikenal sebagai
proyek genom manusia (human genom project), yang diluncurkan pada tahun
1990 dan diharapkan selesai pada tahun 2005. ternyata pelaksaan proyek ini
berjalan justru lebih cepat dua tahun dari pada jadwal yang telah ditentukan.
2.3
PENYEBAB PENYAKIT GENETIK
Beberapa penyebab penyakit genetik antara lain:
A. Ketidaknormalan
jumlah kromosom seperti dalam sindrom Down (adanya ekstra
kromosom 21) dan sindrom Klinefelter (laki-laki dengan 2 kromosom X).
B. Mutasi gen berulang
yang dapat menyebabkan sindrom X rapuh atau penyakit Huntington.
C. Gen rusak yang
diturunkan dari orang tua. Dalam kasus ini, penyakit genetik juga dikenal
dengan istilah penyakit keturunan. Kondisi ini terjadi ketika individu
lahir dari dua individu sehat pembawa gen rusak tersebut, tetapi dapat juga
terjadi ketika gen yang rusak tersebut merupakan gen yang dominan.
2.4
MASALAH KESEHATAN
Masalah kesehatan dan
penyakit yang timbul akibat faktor genetik lebih banyak disebabkan kurang paham
terhadap penyakit genetik, disamping sikap penolakan karena faktor kepercayaan.
Agar masyarakat dapat berprilaku genetik yang sehat diperlukan intervensi
pendidikn kesehatan disertai upaya pendekatan kepada pengambil keputusan (tokoh
agama, tokoh masyarakat dan penguasa wilayah).
Penyakit keturunan
pada manusia atau terjadi karena adanya penyakit kelainan genetik yang
diturunkan orangtua kepada anaknya. Penyakit turunan seperti ini tidak bisa
bisa dihindari keberadaannya. Dalam hal ini, faktor genetik dari orangtua ada
yang hanya beraksi sebagai pembawa sifat saja. Penyakit tersebut baru menampakkan
diri setelah dipicu lingkungan dan gaya hidup seseorang.
Dibawah ini ada
beberapa penyakit keturunan yang diturunkan orang tua :
1. Alergi
Salah satu penyebab alergi adalah faktor keturunan. Orang tua yang menderita penyakit alergi, kemungkinan besar alergi tersebut akan diturunkan pada anaknya. Alergi bisa menimbulkan bermacam-macam reaksi, bahkan beberapa diantaranya dapat mengancam hidup anak anda.
Salah satu penyebab alergi adalah faktor keturunan. Orang tua yang menderita penyakit alergi, kemungkinan besar alergi tersebut akan diturunkan pada anaknya. Alergi bisa menimbulkan bermacam-macam reaksi, bahkan beberapa diantaranya dapat mengancam hidup anak anda.
Penyakit Alergi dipicu
oleh alergen yang bisa berupa alergen hirup (tungau debu), makanan, dan alergen
suntik (gigitan serangga atau suntikan). Umumnya, gejala yang muncul ketika
seseorang terkena alergi adalah bersin terus-menerus, batuk-batuk, kulit
memerah atau gatal-gatal, dan sebagainnya.
2. Obesitas/ Kegemukan
Obesitas atau
kegemukan terjadi ketika ada penimbunan lemak pada tubuh seseorang secara
berlebihan. Orang yang menderita obesitas biasanya sulit mengendalikan nafsu
makannya. Salah satu penyebabnya adalah faktor gen atu keturunan. Gen menurun
tersebut menyebabkan fungsi penahan nafsu makan tidak bekerja dengan baik.
3. Buta Warna
Buta warna dapat
diartikan sebagai keabnormalan yang terjadi pada indra penglihatan seseorang
karena sel-sel kerucut mata telah rusak sehingga tidak mampu menangkap suatu
spektrum warna tertentu. Ketidakmampuan sel-sel ini bekerja diakibatkan oleh
faktor genetik yang berasal dari orangtua penderita.
4. Asma
Asma adalah Penyakit Genetik pada manusia yang berupa menyempitnya saluran pernafasan. Asma bisa timbul bila dipicu oleh adanya suatu alergen disekitarnya. Selain itu sekitar 30 persen penyakit asma disebabkan oleh turunan dari orangtuanya. Namun pada beberapa orang yang asmanya terkontrol dengan baik, bisa hilang saat menjelang dewasa.
Asma adalah Penyakit Genetik pada manusia yang berupa menyempitnya saluran pernafasan. Asma bisa timbul bila dipicu oleh adanya suatu alergen disekitarnya. Selain itu sekitar 30 persen penyakit asma disebabkan oleh turunan dari orangtuanya. Namun pada beberapa orang yang asmanya terkontrol dengan baik, bisa hilang saat menjelang dewasa.
Salah satu cara untuk
mencegah penyakit-penyakit tersebut menurun ke generasi berikutnya adalah
dengan melakukan pemeriksaan lengkap sebelum menikah. Karena dari pemeriksaan
ini akan diketahui apakah keduanya memiliki gen penyakit yang diturunkan ke
anaknya kelak atau tidak sehingga bisa lebih siap menghadapinya.
Meski asma tergolong
dalam penyakit turunan, namun penelitian yang dilakukan di Indonesia menyatakan
bahwa hanya 30% penderita asma yang keluarganya menderita asma. Selain itu,
diduga bahwa faktor ibu lebih banyak menurunkan asma kepada anaknya dibanding
faktor ayah.
5. Penyakit Albino
Penyakit Albino sering
ditandai dengan tampak kulit, rambut putih yang tidak wajar. Hal ini disebabkan
hilangnya pigmen atau melanin pada rambut, mata, dan kulit penderita. Pigmen
sendiri adalah zat warna yang dimiliki oleh manusia, hewan, dan tumbuhan.
Penyakit albino
diturunkan dari gen orang tua kepada anaknya. Pada umumnya, penderita albino
lahir dari orangtua yang punya gangguan dalam hal produksi melaninnya. Orang
yang memiliki gen albino, tubuhnya tidak dapat memproduksi pigmen melanin.
Namun, apabila gen yang diturunkan orangtua hanya sebagai pembawa sifat,
anaknya tidak akan memiliki memiliki gen albino.
6. Kanker Payudara
Inilah penyakit yang
paling ditakuti kaum perempuan. Namun, kanker payudara juga bisa mengancam kaum
laki-laki. Kanker ini menyerang jaringan payudara. Gejala yang biasa dialami
oleh penderita kanker ganas ini umumnya kulit pada payudara atau puting berwarna
kemerahan, bersisik, atau menebal.
Selain itu, keluar
cairan/carah dari puting selain ASI. Yang paling kentara adalah adanya benjolan
atau bengkak di sekitar payudara. Jika Anda mengalami gejala demikian,
sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.
Dikatakan sebagai
kanker payudara apabila terdapat perubahan/mutasi tertentu pada DNA sel
payudara. Penyebab munculnya kanker payudara ini belum dapat dipastikan. Namun
ada beberapa faktor yang diduga berperan dalam timbulnya kanker payudara, salah
satunya adalah faktor genetik.
7. Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi
atau hipertensi adalah penyakit keturunan pada manusia dimana
penyakit ini karena meningkatnya tekanan darah di atas normal. Penyakit turunan
ini sering tidak disadari karena tidak adanya gejala apa pun.
Untuk mengetahui
penyakit ini, dilakukan pengukuran tekanan darah. Jika tidak segera diobati,
penyakit ini akan meningkatkan risiko terkena stroke atau serangan jantung.
Menurut para ahli,
penyakit ini berisiko diturunkan. Jika salah satu orangtua memiliki tekanan
darah tinggi, anaknya pun berisiko terhadap penyakit hipertensi. Rasio tekena
penyakit hipertensi ini sekitar 15 % atau bisa juga lebih.
8. Kolesterol Tinggi
Salah satu dari sekian
macam-macam penyakit keturunan adalah kolesterol tinggi. Dalam sebuah keluarga,
terkadang ada anggota keluarga yang memiliki kadar koleterol tinggi. Keadaan
seperti ini dalam ilmu kedokteran disebut Familial
Hypercholesterolaemenia. Keadaan ini diakibatkan perubahan gen ketika lemak
tidak mengalami metabolisme yang baik dalam darah sehingga menumpuk di arteri.
Familial
Hypercholesterolaemenia (FH) merupakan satu contoh dari sifat
genetik yang dominan. Maksudnya, seseorang membutuhkan hanya satu gen abnormal
untuk memiliki kondisi tersebut. Penyakit ini memiliki risiko diturunkan. Jika
salah satu dari orangtua mengidap kolesterol tinggi, anaknya akan berisiko 50%
terjangkit penyakit tersebut.
9. Hipotiroid
Salah satu dari macam-macam penyakit keturunan adalah hipotiroid. Penyakit hipotiroid terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup hormon tiroksin. Gejala yang muncul dari penyakit ini antara lain sering kelelahan dan mengalami penurunan berat badan. Penyakit ini lebih rentan terjadi pada perempuan.
Salah satu dari macam-macam penyakit keturunan adalah hipotiroid. Penyakit hipotiroid terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup hormon tiroksin. Gejala yang muncul dari penyakit ini antara lain sering kelelahan dan mengalami penurunan berat badan. Penyakit ini lebih rentan terjadi pada perempuan.
Menurut para ahli,
penyakit ini memiliki risiko diturunkan. Jika memiliki saudara atau ibu dengan
tiroid yang kurang aktif, maka akan lebih berisiko 20 kali lebih besar untuk
terkena penyakit ini.
10. Gangguan Bipolar
Salah stub dari
macam-macam penyakit keturunan adalah gangguan biopolar. Penyakit gangguan
biopolar adalah suatu kondisi yang mengakibatkan depresi yang dipicu karena
stress. Penyakit ini diduga diakibatkan karena ketidakseimbangan zat kimia di
otak atau bisa juga karena pengaruh genetik.
Penyakit gangguan
biopolar berisiko diturunkan. Jika salah satu orangtua memiliki penyakit ini,
maka risiko turunnya penyakit ini kepada anaknya sebesar 15%.
11. Diabetes
Salah satu dari macam-macam penyakit keturunan adalah diabetes. Penyakit ini memiliki risiko yang tinggi diturunkan jika dalam suatu keluarga terdapat anggota keluarga yang mengidap penyakit diabetes. Jika salah satu orangtua mengidap diabetes, risiko penyakit tersebut diturunkan sebesar 15%.
Salah satu dari macam-macam penyakit keturunan adalah diabetes. Penyakit ini memiliki risiko yang tinggi diturunkan jika dalam suatu keluarga terdapat anggota keluarga yang mengidap penyakit diabetes. Jika salah satu orangtua mengidap diabetes, risiko penyakit tersebut diturunkan sebesar 15%.
Namun, risiko lebih
besar terjadi jika kedua orangtua mengidap penyakit diabetes, jika kedua
orangtua mengidap penyakit diabetes, risiko turunnya penyakit tersebut sebesar
70 %. Namun, harus diperhatikan juga bahwa faktor lain seperti kegemukan, malas
berolahraga, dan pola makan yang tidak sehat akan meningkatkan risiko diabetes.
12. Osteoarthiritis
Osteoarthiritis adalah penyakit sendi yang diakibatkan keuasn sendi. Penyakit Osteoarthiritis ini pun merupakan salah satu keluarga besar penyakit arthritis yang paling sering terjadi. Penyakit ini mepengaruhi sekitar 80% orang pada suatu dalam kehidupan mereka.
Osteoarthiritis adalah penyakit sendi yang diakibatkan keuasn sendi. Penyakit Osteoarthiritis ini pun merupakan salah satu keluarga besar penyakit arthritis yang paling sering terjadi. Penyakit ini mepengaruhi sekitar 80% orang pada suatu dalam kehidupan mereka.
Banyak orang yang
menganggap bahwa penyakit Osteoarthiritis ini merupakan penyakit keturunan.
Namun menurut ahlinya, penyakit ini dalan sekali diwariskan. Biasanya, penyakit
ini terjadi akibat keausan pada sendi.
13. Parkinson
Gejala penyakit parkinson tidak banyak diketahui. Pada banyak kasus yang terjadi, awal dari penyakit parkinson ini diawali dengan gemetar pada bagian tangan ketika sedang beristirahat. Panyakit ini memiliki kecenderungan diturunkan meskipun faktor genetik tidak memegang peranan utama.
Gejala penyakit parkinson tidak banyak diketahui. Pada banyak kasus yang terjadi, awal dari penyakit parkinson ini diawali dengan gemetar pada bagian tangan ketika sedang beristirahat. Panyakit ini memiliki kecenderungan diturunkan meskipun faktor genetik tidak memegang peranan utama.
Menurut para ahli,
penyakit parkinson ini berisiko diturunkan. Jika memiliki orangtua, saudara,
atau kerabat dekat dengan gangguan dengan gangguan parkinson, maka dua kali
lipat lebih mungkin mengalami penyakit yang sama.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Genitika adalah ilmu
yang mempelajari seluk beluk alih informasi hayati dari generasi kegenerasi.
Sejarah perkembangan genetika sebagai ilmu pengetahuan dimulai menjelang akhir
abad ke 19 ketika seorang biarawan austria bernama Gregor Johann Mendel
berhasil melakukan analisis yang cermat dengan interpretasi yang tepat atas
hasil-hasil percobaan persilangannya pada tanaman kacang ercis (Pisum
satifum)
Masalah kesehatan dan
penyakit yang timbul akibat faktor genetik lebih banyak disebabkan kurang paham
terhadap penyakit genetik, disamping sikap penolakan karena faktor kepercayaan.
Contoh penyakit yang ditimbulkan oleh faktor genetik diantaranya Alergi,
obesitas, buta warna, asma, penyakit albino, kanker payudara, Hipertensi,
kolesterol tinggi, hipotiroid, diabetes dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_genetik. Diakses
tanggal 14 Juli 2014
Neil Campbell.
2002. Biologi. Erlangga: Jakarta
Suryo. 1992. Genetika
Strata 1. Universitas Gajah Mada: Jogjakarta

List of all the best casinos for US Players - Casino Sites
BalasHapusThis 메가슬롯 means you can have fun with the games that you have at the casino. You will find 이 스포츠 all the information about casino games on their 리턴 벳 website here.Are there no deposit bonuses 188bet in casinos?Can I play on my w88 mobile cell phone?